Pages

Tampilkan postingan dengan label Grup D. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Grup D. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Juni 2012

Preview Matchday 3 Grup D



Swedia vs Prancis : Anti klimaks?

Partai terakhir grup D akan menghadirkan pertemuan antara tim yang sudah dipastikan tidak bisa lolos ke babak selanjutnya karena menelan dua kekalahan pada dua partai awal yaitu Swedia, melawan pimpinan klasemen grup D, Prancis. Swedia dan Prancis terakhir kali bertemu pada partai non-resmi, yaitu partai persahabatan pada 20 Agustus 2008 di Gothenburg, Swedia. Kala itu Prancis menekuk tuan rumah dengan setelah tiga gol dari Benzema dan Govou (dua gol) hanya mampu dibalas dua gol dari Henrik Larsson dan penalty Kim Kallstrom. Kemenangan terakhir Swedia atas Prancis terjadi hampir 43 tahun lalu.


Swedia (4-4-2) : Isaksson, Grankqvist, Mellberg, Olsson, M.Olsson, Svensson, Kallstrom, Bajrami, Ibrahimovic, Rasmus Elm, Toivonen.

Prancis (4-3-3) : Hugo Lloris, Adil Rami, Mexes, Clichy, Debuchy, Alou Diarra, Cabaye, Samir Nasri, Menez, Benzema, Ribery.

Head to head

Kapten Prancis Hugo Lloris akan mengawal gawang Les Bleus sedangkan Andreas Isaksson akan mengawal gawang Swedia. Phillippe Mexes dan Adil Rami ditemani oleh Gael Clichy dan Mathieu Debuchy akan mengawal pertahanan Prancis. Mexes harus mengawal dengan ketat rekan seklubnya Ibrahimovich untuk tidak berbuat banyak dalam pertandingan. Sedangkan di kubu Swedia, Olof Mellberg yang pada pertandingan lalu menjadi pencetak gol tertua Swedia di Euro (34 tahun 286 hari) akan menjadi palang pintu pertahanan Swedia.

Lini tengah akan menjadi pertarungan tersendiri antara Kim Kallstorm bersama Rasmus Elm dan Sebastian Larsson dengan Alou Diarra, Yohan Cabaye dan Samir Nasri. Elm khususnya harus mewaspadai pergerakan Cabaye yang sering melakukan tembakan-tembakan jarak jauh, juga melakukan penetrasi ke kotak penalty lawan bersama Samir Nasri. Prancis kemungkinan besar akan kembali menurunkan Karim Benzema yang akan didukung dua penyerang sayap, Franck Ribery dan Jeremy Menez. Sedangkan Swedia kemungkinan akan menurunkan Ibrahimovich, Ola Toivonen dan Markus Rosenberg.

Prancis yang sudah mengantungi 23 pertandingan tak terkalahkan, harus mewaspadai permainan keras Swedia. Pelatih Laurent Blanc harus menginstruksikan pemainnya untuk tidak terpancing, karena Phillippe Mexes, Mathieu Debuchy dan Jeremy Menez sudah mengantungi kartu kuning. Dan ketiga pemain ini cukup vital dalam tim Prancis, adalah sebuah kerugian besar apabila mereka menerima kartu kuning dan tak dapat dimainkan apabila Prancis lolos ke babak perempat final. (G.A.S)

Prediksi Kasela : 45 -55




Inggris v Ukraina : Penentuan!

Laga yang akan berlangsung di Donbass Arena, Donetsk ini akan menyajikan tim unggulan Inggris melawan tim tuan rumah Ukraina. Meskipun Inggris mulain menampakkan permainan kick n rush pada laga lalu, Ukraina tetap akan tampil percaya diri.

Inggris (4-4-2) :Hart, Johnson, Terry, Lescott , Cole, Milner, Gerrard , Parker, Young, Carroll, Rooney
Pelatih : Roy Hodgson (Inggris)

Ukraina (4-2-3-1) : Pyatov, Husyev, Mykhalyk, Khacheridi, Selin, Tymoschuk, Voronin, Yarmolenko, Nazarenko, Konoplyanka, Shevchenko
Pelatih : Oleh Blokhin (Ukraina)

Head to Head
Bermain dengan pola 4-4-2 dengan serangan lini per lini, Inggris akan memaksimalkan lini depan yang akan diisi dengan amunisi baru, yaitu Wayne Rooney. Penyerang Man Utd ini dalam dua laga terakhir tidak bisa mengikuti pertandingan akibat sanksi dari UEFA. Oleh karena itu, laga melawan Ukraina menjadi laga perdananya di Euro 2012. Mungkin hal ini bisa jadi bencana bagi Ukraina mengingat Rooney sudah tidak sabar untuk bermain dan mencetak gol di Euro 2012 ini. Ukraina pun sepertinya paham betul bahwa kekuatan Inggris ada pada serangan yang cepat dan umpan-umpan silang yang berbahaya. Para gelandang Inggris memang rata-rata memiliki umpan panjang yang terukur, seperti Gerrard, Milner, Parker bahkan striker Rooney pun juga memiliki umpan yang akurat.

Baik Inggris dan Ukraina sama-sama memilki peluang lolos dari Grup B sehingga laga ini menjadi sangat krusial bagi mereka. Permaianan pun diprediksikan akan lebih terbuka mengingat momentum gol di awal babal akan memberikan hasil yang berbeda. Namun, kemenanga di babak pertama tidak lantas menjanjikan hasil positif di akhir laga. Belanda adalah salah satu contoh nyata. Unggul di babak awal, tapi tidak bisa mempertahankan bentuk permainan, sehingga Portugal bisa mengambil celah tersebut dan membalikan keadaan dengan dua gol Ronaldo. Pola ini sebetulnya bisa diterapkan oleh Ukraina. Inggris pasti akan mengambil inisiatif menyerang lebih banyak, sehingga pola serangan balik dari sisi lapangan akan lebih efektif bagi Ukraina karena celah atau pos-pos yang ditinggalkan oleh Cole dan Johnson di sisi lapangan bisa dimanfaatkan sebagai serangan balik yang mematikan. Ukraina masih bisa menggunakan pemain seperti Shevchenko dan Voronin atau pemain muda Yarmolenko dan Milevski untuk memanfaatkan peluang tersebut meskipun John Terry, Lescott dan kiper Joe Hart siap menghadang mereka. Meskipun begitu, lini depan Ukraina memiliki catatan kurang baik, karena akurasi tendangan Ukraina adalah salah satu yang terendah di ajang Euro 2012 ini.

Lini tengah Inggris yang diisi oleh Parker dan Gerrard akan berhadapan dengan gelandang Ukraina, Nazarenko dan Tymoschuk. Ukraina sendiri menurut catatan FIFA meerupakan tim yang mempunyai jumlah tackles terbanyak setelah dua laga yang dijalani. Bisa dipastikan Ukraina akan bermain keras untuk bisa menghentikan dan merusak pola permainan Inggris. Sedangkan untuk lini depan, Inggris akan menurunkan duet Rooney-Carroll yang akan banyak dimanjakan dengan umpan silang Milner maupun Gerrard. Di kubu Ukraina, Shevchenko akan dipatok sebagai striker tunggal dengan bantuan tiga gelandang Ukraina, Yarmolenko, Nazarenko dan Konoplyanka. Dari dua laga terakhir Inggris bertemu Ukraina tahun 2009, Ukraina mengan satu kali dan kalah satu kali. Sedangkan dari lima partai yang dijalani masing-masing tim, Inggris mempunyai rekor tiga kali menang, sekali kalah dan sekali imbang. Ukraina mempunyai rekor dua kali menang dan tiga kali kalah. (Irv)

Prediksi Kasela : 55-45

Sabtu, 16 Juni 2012

Review Matchday 2 Grup D



Ukraina vs Prancis : Langkah Ukraina terhenti.

Bermain di Donbass Arena, tuan rumah Ukraina yang diharapkan para pendukungnya untuk dapat terus melangkah dengan menekuk Prancis, gagal melaksanakan tugasnya. Ukraina diberondong oleh 2 gol dari Jeremy Menez dan Yohann Cabaye hasil dua assist dari Karim Benzema, yang membuat Prancis memuncaki klasemen sementara grup D.

Ukraina turun dengan formasi terbaiknya, dimana Kacheridi yang menjadi palang pintu pertahanan Ukraina, Anatoly Tymoschuk sebagai holding midfielder, Andriy Yarmolenko sebagai pengatur serangan serta Shevchenko yang kemarin tampil gemilang sebagai ujung tombak. Namun apa daya, Prancis yang bermain lebih lepas mampu menutup ruang gerak Ukraina. Alou Diarra yang tampil dominan saat melawan Inggris, bermain baik dengan menjadi penutup lubang antara lini tengah dan lini belakang. Yohann Cabaye dan Jeremy Menez pun tampil sangat gemilang dengan pergerakan-pergerakannya. Namun Man of the match yang sebenarnya adalah Franck Ribery. Dengan dribble cepat dan menusuk cirri khas Ribery, mampu merepotkan lini belakang Ukraina dan memecah konsentrasi pertahanan. Alhasil 2 gol pun mampu bersarang digawang Andriy Pyatov hanya dalam tempo 3 menit! Menez menjebol gawang Ukraina pada menit 53 dan Cabaye melanjutkan perjalanan Prancis pada menit ke 56.

Ukraina yang tampil dibawah form terbaiknya lebih banyak membuang-buang peluang. Terbukti pasukan Oleg Blohkin melakukan 10 tembakan ke gawang, dimana hanya 2 kali yang mengarah ke sasaran, bandingkan dengan serangan Prancis yang lebih efektif dimana total 15 tendangan ke gawang, 10 diantaranya mengarah ke sasaran. Meski begitu, dominasi Ukraina dilapangan tidak kalah dari Prancis, penguasaan bola selama 90 menit menghasilkan perbandingan 49% untuk Ukraina dan 51% untuk Prancis. Dengan hasil ini Prancis memuncaki klasemen sementara dengan selisih gol yang lebih baik dari Inggris yang semalam menekuk Swedia 3-2. (G.A.S)



Swedia 2-3 Inggris: Dramatis!

Susunan Pemain:
Swedia (4-4-1-1): Isaksson, Granqvist, Mellberg, J Olsson, M Olsson, Larsson, Svensson, Kallstrom, Elm, Ibrahimovic (c), Elmander
Cadangan: Wiland, Hansson, Lustig, Antonsson, Safari, Wernbloom, Holmen, Bajrami, Wilhelmsson, Hysen, Toivonen, Rosenberg
Inggris (4-4-2): Hart, Johnson, Terry, Lescott, Cole, Milner, Gerrard (c), Parker, Young, Welbeck, Carroll.
Cadangan: Green, Butland, Defoe, Jagielka, Jones, Kelly, Henderson, Walcott, Baines, Downing, Oxlade-Chamberlain

Peluang pertama Inggris didapat ketika tekanan Inggris di pertahanan Mellberg dkk berbuah tendangan keras Scott Parker yang masih bisa ditepis oleh kiper Isaakson. Begitupun juga dengan sundulan Welbeck yang masih lemah memanfaatkan umpan silang James Milner. Di menit ke-23, umpan jauh terukur dari kapten Steven Gerrard disambut dengan baik oleh partnernya di Liverpool, Andy Carroll dengan sundulan sempurna yang berhasil merobek jala Isaakson. 0-1 untuk Inggris. Hingga babak pertama usai, kedudukan masih sama. Pertandingan juga sempat ditunda selama 15 menit untuk menyesuaikan penundaan waktu yang terjadi pada laga Ukraina versus Swedia.

Babak kedua berlangsung sangat dramatis. Gol penyeimbang Swedia lahir dari tendangan keras Ibrahimovic yang masih bisa dihadang Hart, lalu disambar oleh Mellberg. Bola sepakan Mellberg tersebut tidak sanggup dihalau Johnson yang malah membuat masuk bola ke jala Hart. Gol bunuh diri ini akhirnya tercatat di papan skor. Meskipun Ibrahimovi tidak terlalu mendapatkan ruang gerak yang bebas karena pressing ketat dari pertahanan Inggris yang dibentengi oleh Terry dan Lescott. Namun, Swedia malah berbalik unggul ketika set piece Larsson di menit ke-59, kembali dimanfaatkan dengan baik oleh Mellberg yang berdiri bebas tanpa kawalan dengan sundulanya. Hart tidak berkutik dan kedudukan berbalik 2-1 untuk Swedia. 

Inggris pun menambah daya serang demi membalikkan keadaan. Serangan Inggris kembali berbuah peluang dari John Terry, namun masih belum bisa merubah keadaan. Hingga pada menit ke-64, Walcott yang masuk menggantikan Milner berhasil mencetak skor penyeimbang. Inggris pun menjadi sangat bernafsu untuk meraih kemenangan berkat gol Walcott. Akhirnya pada menit ke-77 Danny Welbeck sebagai distingi berhasil mencetak gol memanfaatkan umpan dari Walcott. Memang, setelah masuknya Walcott, pertahanan Mellberg dkk menjadi kewalahan dalam menahan gempuran Inggris. Dengan hasil sempurna ini, Inggris berada di posisi kedua setelah Prancis yang berada di puncak klasemen Grup D. Sementara itu, Swedia harus menerima kenyataan pahit harus pulang lebih awal dari ajang piala eropa ini. (Irv)

Jumat, 15 Juni 2012

Preview Matchday 2 Grup D



Ukraina v Prancis : Waspada serangan balik.

Prediksi susunan pemain Ukraina :
Ukraina: Andriy Pyatov, Yevhen Selin, Yevhen Khacheridi, Taras Mykhalyk, Anatoliy Tymoshchuk, Oleh Husyev, Serhiy Nazarenko, Yevhen Konoplyanka, Andriy Shevchenko, Andrey Voronin, Andriy Yarmolenko.

Prancis: Hugo Lloris, Mathieu Debuchy, Patrice Evra, Adil Rami, Philippe Mexes, Yohan Cabaye, Franck Ribéry, Samir Nasri, Florent Malouda, Alou Diarra, Karim Benzema.

Ukraina yang menjadi tuan rumah memang memiliki rekor yang kurang baik ketika berhadapan dengan Prancis. Ukraina hanya berhasil bermain imbang sekali dan kalah dua kali dari tiga pertandingan terakhir melawan Prancis. Sedangkan rekor kedua tim yang dijalani masing-masing tim, dari lima pertandingan terakhir, Ukraina menang tiga kali dan dua kali kalah. Sedangkan Prancis belum terkalahkan dengan mengemas empat kali menang dan satu kali imbang.

Head to head

Pada laga nanti malam, Ukraina akan bertemu dengan Prancis yang sebelumnya ditahan imbang oleh Inggris. Bermain dengan pola 4-3-3, Prancis akan turun dengan tim terbaiknya. Blanc memang melakukan sedikit perubahan formasi timnya. Tidak seperti melawan Inggris dimana Blanc bermain dengan pola 4-2-3-1, demi memastikan poin penuh pada laga melawan Ukraina, Blanc memilih pola 4-3-3. Ribery dan Nasri ditugaskan bermain lebih banyak menyerang. Mereka menjadi duet yang sangat diharapkan bisa merusak pertahanan Ukraina. Namun, Nasri dan Ribery harus waspada dengan permainan keras Ukraina khususnya permainan Tymoschchuck yang memang bermain sebagai perusak ritme serangan Prancis.

Ukraina dimungkinkan bermain agak bertahan, meskpun begitu tampil dengan skuad lengkap, Ukraina tidak lantas tampil tanpa perlawanan. Sebagai tuan rumah, Ukraina akan tampil mati-matian seperti ketika bermain melawan Swedia. Peran dan pengalaman kapten Sheva akan sangat membantu Ukraina dalam menghadapi pemain bintang Prancis. Meski Ukraina telah meraih kemenangan dalam laga pertama, pelatih Blokhin masih belum puas terhadap penampilan anak asuhnya. Menurut dia, permainan yang disuguhkan di lapangan tidak sesuai dengan taktiknya di atas kertas. (Irv)

Prediksi Kasela: 45 - 55


Swedia vs Inggris : Mencari kemenangan

Swedia tidak boleh kalah oleh Inggris apabila ingin menjaga peluang mereka untuk lolos ke babak berikutnya. Paska kekalahan dari tuan rumah Ukraina, Swedia akan berjuang mati-matian untuk mengalahkan Inggris yang pada pertemuan awal ditahan imbang oleh Prancis. Pertemuan resmi terakhir kedua tim terjadi pada fase grup Piala Dunia 2006 lalu, dimana skor imbang 2-2 diraih kedua tim.

Head to head

Dari sektor kiper, Andreas Isaksson akan mengawal gawang Swedia, sementara Joe Hart yang tampil gemilang saat Inggris menahan Prancis dipartai awal, akan menjadi orang terakhir di pertahanan Inggris. Hart akan dijaga oleh duet John Terry dan Lescott, serta duet bek sayap Ashley Cole dan Glen Johnson. Sedangkan pertahanan Swedia yang digalang oleh Mellberg – Granqvist – Olsson – Lustig akan menghadapi duet penyerang jangkung Andy Carroll dan Danny Welbeck yang menurut kabar akan diduetkan untuk menghadapi Swedia. Debutan Inggris yang cukup tampil gemilang pada pertandingan lalu, Oxlade Chamberlain dikabarkan akan diistirahatkan oleh Hodgson. Inggris juga masih belum bisa menurunkan Rooney yang masih harus absen karena kartu merahnya di partai terakhir kualifikasi lalu.

Pertarungan lini tengah akan menjadi duel antara Steven Gerrard – Scott Parker dengan Kim Kallstrom – Rasmus Elm. Kedua holding midfielder ini akan beradu fisik, kecepatan dan juga visi dalam membangun serangan. Sedangkan di lini depan Ibrahimovich  yang selalu mencetak gol dalam 4 partai trakhir Swedia akan tetap menjadi andalan pelatih Erik Hamren bersama dengan Ola Toivonen dan Markus Rosenberg. Inggris yang akan mengandalkan umpan-umpan panjang serta kecepatan para pemainnya, akan menghadapi Swedia yang lebih mengandalkan pengendalian bola, seperti apa partainya, menarik untuk kita saksikan. (G.A.S)

Selasa, 12 Juni 2012

Review Matchday 1 Grup D



Prancis vs Inggris : Adu strategi.

Prancis XI : Lloris (c) ; Evra, Mexès, Rami, Debuchy ; Diarra, Malouda (Martin), Cabaye (Ben Arfa); Ribéry, Nasri, Benzema.

Inggris XI : Hart; Johnson, Terry, Lescott, Cole; Milner, Gerrard (c), Parker (Henderson), Oxlade-Chamberlain (Defoe); Young, Welbeck (Walcott).

Partai pembukaan grup D mencatatkan hasil imbang kala dua kekuatan besar Eropa bertemu, Prancis ditahan imbang oleh Inggris dengan skor 1-1. Setelah dihantam badai cidera para pemain kuncinya ditambah absennya striker utama Wayne Rooney, Inggris mengejutkan stadion Donbass Arena,Donetsk, saat sebuah tendangan bebas dari Gerrard menemui sundulan Joleon Lescott yang masuk menghujam gawang Prancis pada menit ke 30, skor 1-0 untuk Inggris.

Bagai tersengat listrik, Prancis bangkit dan melancarkan serangan ke daerah pertahanan Inggris, hingga akhirnya gelandang tengah Samir Nasri mencetak gol melalui sebuah tendangan keras dari luar kotak penalti tanpa dapat dihalau oleh kiper Joe Hart, di menit ke 39. Skor pun kembali imbang, 1-1.

Setelah turun minum permainan tidak berkembang lebih memilih untuk bermain aman dan bertahan di daerahnya sendiri. Hal ini sungguh mengejutkan melihat materi pemain-pemain Inggris seperti Gerrard, Milner, Chamberlain, Young yang ‘rela’ untuk turun sampai garis pertahanan. Setiap pemain Prancis mencoba membangun serangan, seluruh pemain Inggris turun sampai daerah pertahanan dan hanya menyisakan 1-2 pemain di lini depan. Hal ini terbukti efektif untuk meredam agresifitas pemain Prancis. Pemain-pemain dengan skill dan kecepatan tinggi semisal Ribery, Nasri dan Benzema seringkali bingung saat mencoba membongkar pertahanan Inggris yang sangat rapat. Alhasil permainan pun cenderung menjadi membosankan, Prancis yang tidak mampu membongkar pertahanan lawan, dipadu dengan Inggris yang tidak ingin keluar dari zona pertahanannya.

Menarik melihat bagaimana Benzema yang bermain lebih melebar dan sering menjemput bola demi membuka ruang kepada rekan-rekannya, kemudian  pergerakan Ribery yang sering berpindah sisi, hingga penetrasi yang dilakukan oleh duo bek sayap Debuchy – Evra, serta Yohan Cabaye dan Malouda ternyata membuat Prancis tidak mampu berbuat banyak. Kesulitan melewati lini belakang Inggris, pasukan Prancis pun pada akhirnya ‘hanya’ mencoba untuk melakukan tembakan-tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti yang beberapa diantaranya cukup membahayakan. Hal ini bisa dilihat dari jumlah total tembakan ke gawang Prancis yang berjumlah 19 (4 diantaranya tidak menemui sasaran) berbanding 3 tembakan milik Inggris (2 diantaranya tidak menemui sasaran).

Kengototan Inggris untuk bertahan membawa hasil, satu poin berhasil mereka bawa pulang. Roy Hodgson paska pertandingan mengatakan puas dengan penampilan tim serta hasil seri yang didapat. Dari hasil kepuasan penonton, tentu partai ini cukup membosankan, akan tetapi apabila kita melihat bagaimana adu strategi didalamnya, partai ini sebenarnya cukup asyik untuk dinikmati. (G.A.S)




Ukraina vs Swedia : Aksi Shevchenko permalukan Swedia

Bermain dengan formasi 4-4-2 Diamond dengan mengandalkan duet Shevchenko-Voronin, ditambah dengan hadirnya Tymoshchuk sebagai gelandang jangkar membuat tim Ukraina yakin bisa memberikan kejutan kepada Swedia. Menjadi tuan rumah juga menjadi keunggulan tersendiri bagi Ukraina. Kemenangan 2-1 yang didapat bukanlah sebuah kemenangan biasa karena dua gol Ukraina tercipta tiga menit setelah Ibrahimovic merobek jala Pyatov. Usaha membalikan keadaan tim Ukraina itulah yang menjadi modal untuk pertandinga kedepan. Selain itu kemenangan ini juga menjadi kado bagi publik tuan rumah setelah banyaknya demonstrasi yang terjadi di Ukraina.

Babak pertama tidak disia-siakan oleh Ukraina. Tampil sebagai tuan rumah, Ukriana langsung menekan pertahanan Swedia hingga 15 menit pertama. Swedia pun kesulitan untuk membentuk permainan menyerangnya. Memakai formasi 4-2-3-1, Erik Hamren memang berharap banyak kepada Ibrahimovic yang dipatok sebagai penyerang lubang dan kreator serangan. SementaraRosenberg berada di garis terdepan, Larrson dan Toivonen bertugas menyisir serangan dari sayap. Kemudian duet Kallstrom-Elm di tengah lapangan tampaknya masih kurang bisa mengimbangi permainan tiga gelandang Ukraina, Yarmolenko, Nazarenko dan Konoplyanka. Sempat mendapatkan dua peluang emas melalui Shevchenko dan Voronin kedudukan di babak pertama hanya imbang, 0-0. Ukraina menguasai pertandingan dengan 57% berbanding 43% milik Swedia.

Babak kedua dimulai dengan permainan Swedia yang mulai terbentuk dalam membangun serangan. Swedia pun akhirnya berhasil merobek jala Pyatpv lewat tendangan Ibrahimovic memanfaatkan umpan datar Kallstrom. Tidak lama berselang, umpan silang Andriy Yarmolenko pada menit 55 berhasil dimanfaatkan oleh Shevchenko lewat sundulannya. Gol ini menjadi suntikan semangat untuk membalikan keadaaan. Pada menit 62, Shevchenko kembali menunjukkan kepahlawanannya melalui sundulannya menyambut tendangan penjuru.

Ketidakmampuan lini tengah Swedia dalam mengimbangi Ukraina membuat tim ini mudah sekali kehilangan ball possession. Usaha dengan memasukan gelandang sayap Wilhemson dan penyerang Elmander tidak cukup membantu dalam mendobrak pertahanan Ukraina. Dengan hasil ini, Ukraina memuncaki Grup D. (Irv)

Senin, 11 Juni 2012

Preview Matchday 1 Grup D



Prancis vs Inggris : Klasik!

Berangkat dengan pelatih baru dan sejumlah pemain inti yang cedera, Inggris yang diasuh oleh Roy Hodgson menjadi salah satu tim yang sangat dinanti. Kekuatan The Three Lions saat ini akan banyak mengalami perubahan. Masuknya nama baru seperti Wellbeck, Young, Cahill, dan Hart memberikan kesan bahwa Inggris akan bermain lebih bertenaga dan kreatif. Sedangkan dari pihak Prancis, datangnya Laurent Blanc memberikan harapan baru bagi publik Prancis setelah tim Ayam Jantan ini gagal total pada perhelatan Piala Dunia 2010. Namun, keadaan sudah berbeda saat ini. Persiapan kedua tim dalam mengawali piala eropa sangat baik. Dari lima pertandingan terakhir yang mereka jalani masing-masing, baik Prancis dan Inggris sama-sama meraih empat kemenangan. Namun jika melihat hasil dua kali pertandiangan kedua tim bertemu, Prancis meraih kemenangan dua kali pada tahun 2008 dan 2010. Tapi ingat, keadaan sudah jauh berbeda saat ini. Kedua tim sama-sama memiliki skuad yang lebih bertenaga dan ambisi yang lebih besar.

Head to Head

Di bawah mistar gawang, Joe Hart dan Hugo Lloris sama-sama merupakan kiper berkelas. Mungkin Joe Hart bermain di EPL yang dikenal dengan liga yang paling kompetitif. Joe Hart berhasil menjaga lima clean sheet dari delapan pertandingan, sedangkan Lloris menjaga enam clean sheet dari sepuluh pertandingan kualifikasi. Pada sekor pertahanan, back four Inggris akan diisi oleh John Terry-Lescott-Johnson-A.Cole. Mereka akan berusaha habis-habisan untuk mematahkan serangan yang dibangun oleh tiga gelandang kreatfi, cepat dan enerjik, Nasri-Malouda-Ribery. Sedangkan Benzema beradad di garis paling depan. Di lini tengah, Inggris masih akan memakai empat gelandang, yaitu Milner, Gerrard, Parker dan Downing. Lini depan Inggris yang minus sang bintang, Wayne  Rooney akan diisi oleh duet Young-Carroll. Sedangkan pertahanan Prancis diisi duet Rami-Mexes. Dibantu oleh dua gelandang bertahan mereka Diarra dan Cabaye. Sedangkan Evra dan Debuchy akan mengisi bek sayap.

Meskipun dilanda dengan masalah masing-masing yang berbeda, baik Inggris dan Prancis datang dengan tim yang hebat. Mungkin Inggris akan kehilangan Rooney dua pertandingan kedepan, tapi masih ada alternatif lain seperti Ashley Young ataupun Welbeck yang bermain sangat baik di Man United. Prancis juga memiliki kendala di lini pertahanan dimana mereka masih belum menemukan duet yang solid untuk Mexes. Kemudian baik Inggris dan Prancis sama-sama memiliki pemain-pemain yang sukses di klubnya masing-masing namun belum mampu membuktikan kesuksesannya bersama timnas mereka masing-masing. Oleh karena itu, piala eropa, khususnya laga ini akan menjadi ajang pembuktian para pemain bintang. (Irv)

Prediksi Kasela: 50-50



Ukraina vs Swedia : Asa tuan rumah.
Co-host Euro 2012, Ukraina akan membuka laga perdananya menantang salah satu kuda hitam Eropa, Swedia, malam ini di NSC Olimpiyskiy, Kyiv, pukul 21.45 waktu setempat. Pelatih Ukraina Oleh Blokhin belum apa-apa sudah mengekspresikan kekagumannya pada tim Swedia asuhan Erik Hamren, dengan menyebut bahwa Swedia adalah tim yang kuat dan bertabur bintang seperti Ibrahimovich, Elmander, Toivonen dan Kim Kallstorm. Pertandingan ini akan menjadi pertandingan resmi perdana bagi kedua tim, sebelumnya mereka bertemu dalam 3 partai persahabatan dimana masing-masing meraih satu kemenangan dan satu hasil seri. Swedia sendiri akan memulai partai ini dengan berbekal rentetan 4 kemenangan dari 4 partai mereka di tahun 2012 ini.

Head to head

Dari sektor kiper, Andreas Isaksson akan mengawal gawang Swedia yang akan menurunkan empat bek terbaiknya yaitu Lustig, Mellberg, Olsson dan Granqvist. Sementara itu Andriy Pyatov akan menjadi benteng pertahanan terakhir Ukraina, dilindungi oleh duet tower centerback mereka Kucher dan Rakitsky yang akan berjibaku langsung dengan kemungkinan duet striker Ibrahimovich – Toivonen. Pertarungan di lini tengah akan menjadi duel menarik antara Anatoly Tymoshchuk dengan Kim Kallstrom. Keduanya sudah malang melintang bersama klub besar Eropa dan kali ini mereka akan mempertunjukkan skill mereka. Kallstrom yang akan bertindak sebagai pengatur serangan Swedia akan ditempel dengan ketat oleh Tymoschchuk yang akan berperan sebagai gelandang jangkar penghubung lini belakang dan lini tengah Ukraina.

Lantas sisi serangan Ukraina akan dipercayakan pada gelandang muda berbakat berusia 22 tahun milik Ukraina yang sedang naik daun, Andriy Yarmolenko dari klub Dynamo Kyiv. Yarmolenko sudah mengemas 8 gol dari 20 pertandingan internasionalnya, tentu ini merupakan catatan yang harus diwaspadai terutama oleh barisan pertahanan Swedia yang akan direpotkan oleh aksi-aksinya dari lini kedua, serta umpan-umpan matangnya kepada ujung tombak sekaligus kapten Ukraina, Andriy Shevchenko, yang kemungkinan akan berduet dengan Andriy Voronin atau Artem Milevskiy. Sementara itu dari Swedia, pelatih Erik Hamren akan mengandalkan pengalaman dan skill individu dari Ibrahimovich, serta ketajaman striker jangkung Ola Toivonen. Sebuah keuntungan menjadi milik Ukraina karena akan bermain didepan dengan dukungan penuh dari suporternya sendiri, sesuatu yang harus dimanfaatkan untuk membantu sang tuan rumah untuk dapat lolos ke babak selanjutnya, mengingat sisa lawan-lawannya adalah tim tim kuat Eropa, Prancis dan Inggris. (G.A.S)

Prediksi Kasela : 50 - 50